Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Interpersonal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Interpersonal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Public Speaking

Pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit info-info tentang bagaimana kita ketika sedang berbicara di depan umum atau "Public Speaking"


Hal-hal penting dalam Public Speaking:
-Menginformasikan sesuatu yaitu memberitahu segala hal yang ada dalam pikiran
-Persepsi dan penerima informasi tidak boleh salah
-mengerti dengan apa yang akan dikomunikasikan

Komunikasi ada dua macam:
-Dengan diri sendiri (personal)
-Dengan orang lain (interpersonal)

Faktor dalam berkomunikasi:
-Komunikator: Sebagai penyampai info
-Komunikan: Sebagai yang menerima info
-Message atau pesan yang disampaikan
-Media dalam berkomunikasi
-Feedback/respon: Langsung (direct) dan Tidak langsung (delay)

Seni komunikasi: Dalam berkomunikasi, harus bisa menyampaikan dengan nyaman, tidak membosankan. Komunikasi bisa menjadi sangat mempengaruhi maksudnya bahwa
menjadikan sisi positif semakin menarik dan menjauhkan sisi negatif dari suatu cela.

Kendala saat Public Speaking:
-Tidak memahami benar apa yang disampaikan
-Memahami, tetapi tidak mampu menyampaikan
-Kurang pengendalian diri

Tips:
Olah vocal:
-Senam diafragma
-Latih vokal agar terdengar dengan jelas (a, i, u, e, o)
-Artikulasi
-Intonasi
-Power
-Pernapasan
-Lion face
-Humming


"Communication is Everything."

"Berkomunikasilah yang baik dengan orang lain, terutama pada saat di depan umum dan menjadi center of attention."

Jumat, 16 Desember 2011

Teknik Presentasi yang Baik

Pada postingan kali ini saya akan memposting beberapa tips dan trik yang sekiranya dapat membantu kita ketika sedang melakukan presentasi.
Materi ini saya dapatkan ketika kuliah Keterampilan Interpersonal pada hari Kamis, 8 Desember 2011 yang diisi oleh Bapak Kholil.
Sebelum kita membahas tips dan trik dari presentasi, saya akan memberikan beberapa hal-hal yang sering menghambat kita ketika sedang presentasi.


Gejala demam panggung


Fisiologis:
Berkeringat
Perut mulas
Detak jantung semakin cepat
Ketegangan otot
Gemetar pada kaki

Psikologis:
Deg-degan
Tidak fokus
Gugup
Kurang percaya diri
Lupa materi

Akibat dari gejala demam panggung diatas:

Jangka panjang:
Tidak dapat dikendalikannya situasi presentasi

Jangka pendek:
Rendah diri
Meremehkan diri sendiri
Menganggap diri tidak menarik
Self image negatif --> kecemasan sosial atau fobia sosial (dimana individu memiliki kecenderungan menghindar)

Setelah mengetahui hal-hal diatas, sekarang saya akan memberikan beberapa tips dan trik ketika sedang membawakan presentasi.
1. Gunakanlah 5W + 1H
What (Apa)
Materi apa yang akan disampaikan dan kita harus benar-benar menguasainya, karena lupa materi bisa menjadi salah satu penyebab demam panggung.
Who (Siapa)
Kepada siapa kita menyampaikan materi presentasi tersebut, agar kita bisa menyesuaikan gaya dan topik dari perbincangan kita.
When (Kapan/Waktu)
Kita juga harus bisa menyesuaikan kapan presentasi yang baik. Kemudian kita juga harus tahu waktu karena setiap presentasi pasti diberikan durasi tertentu yang terbatas.
Why (Mengapa)
Mengapa kita melakukan presentasi tersebut atau lebih tepatnya kita harus benar-benar paham apa tujuan kita melakukan presentasi tersebut.
Where (Dimana)
Selain tahu waktu, kita juga harus tahu tempat, dimana kita sedang melakukan presentasi. Entah itu forum besar maupun forum kecil.Indoor maupun outdoor. Agar kita dapat menyesuaikan volume kita ketika sedang membawakan presentasi.
How (Bagaimana)
Kita juga harus mengetahui dengan benar bagaimana sikap dan tingkah kita ketika sedang membawakan presentasi, karena ini merupakan hal terpenting dan dapat sangat mempengaruhi baik tidaknya presentasi yang kita bawakan.

Tahap Presentasi:
1. Bangkitkan antusiasme. 
Tunjukan antusiasme pembicara sewaktu menyampaikan materi.
2. Situasi yang menyenangkan.
Ciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak menegangkan atau mengancam.
3. Gunakan alat bantu.
Alat bantu dapat mendukung pembicara dalam menyampaikan gagasan atau berita. Contoh: Microphone, Slide Show PPT, dsb.
4. Sesi tanya jawab
Adakan sesi tanya jawab karena ini merupakan salah satu sarana agar audience dan narasumber dapat melakukan interaksi.
5. Berlatih
Mulailah berlatih dari sekarang karena dengan banyak berlatih, kita akan semakin terbiasa dan hal-hal yang dapat mengganggu dapat diminimalisir.

Sabtu, 26 November 2011

Who Am I?

Siapakah saya? Pertanyaan yang simpel tetapi belum tentu semua orang bisa dengan mudah menjawabnya. Mungkin hanya orang-orang yang telah memiliki pemikiran yang matang yang bisa benar-benar yakin menjawab pertanyaan yang berarti, “Siapakah saya?” tersebut. Jujur saja, saya sendiri masih sering bingung jika ditanyai “Siapakah kamu?”. Apakah kita menjawabnya hanya dengan nama kita? Misalnya, “Siapakah kamu?” lalu saya menjawabnya, “Saya Vivi.”. Tetapi tentu saja bukan itu yang diinginkan oleh pertanyaan tersebut. Saya sudah beberapa kali dihadapi dengan pertanyaan tersebut. Mulai dari ESQ, Pelajaran Agama, sampai mata kuliah Keterampilan Interpersonal. Orang-orang yang memberi pertanyaan tersebut berulang kali menjelaskan bahwa jawabannya bukanlah nama kita sendiri, melainkan bagaimana sebenarnya kita mengenali diri kita sendiri. Maksudnya mengenali adalah kita mengetahui kepribadian diri kita, kita juga mengetahui bagaimana kita bisa membuat diri kita selalu bahagia serta kita juga dapat mengetahui bagaimana seharusnya kita mengatur diri kita agar setiap harinya kita bisa menjadi lebih baik.


Mendapatkan jawaban dari pertanyaan “Who Am I?” tidaklah segampang membalikkan telapak tangan walaupun pertanyaan itu kelihatannya sepele. Kita harus benar-benar berpikir secara matang, dewasa atau setidaknya merubah pola pikir kita yang notabene masih mahasiswa baru dan masih memiliki pola pikir anak SMA. Kita butuh mengenali, memahami dan mengintrospeksi diri kita. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan mencoba berbagai hal dan memilih-milih mana yang kita sukai atau minati dan mana yang memang bakat kita. Jika kita ingin mengetahui kepribadian kita, intospeksilah diri. Belajarlah dari pengalaman-pengalaman yang sudah kita lalui baik itu menyenangkan maupun tidak.

Senin, 21 November 2011

Review Film: "Alangkah Lucunya Negeri Ini"


Pada hari Senin, 7 Nopember 2011, mata kuliah Keterampilan Interpersonal yang diisi oleh Bapak Sholiq mengajak para mahasiswanya untuk menonton film, termasuk saya. Film tersebut berjudul “Alangkah Lucunya Negri Ini”. Setelah menonton film tersebut, kita harus dapat menangkap maksud atau pesan pesan dari film tersebut. Disini saya akan mebahas terlebih dahulu review dari film tersebut kemudian saya akan menanggapi tentang film tersebut setelahnya.

            Film “Alangkah Lucunya Negri Ini” disutradarai oleh aktor sekaligus sutradara senior, Deddy Mizwar. Beliau juga bermain di dalam film ini sebagai ayah dari pemeran utama, Reza Rahardian. Film ini diproduseri oleh Zairin Zain dan juga dibintangi oleh banyak aktor dan aktris terkenal lainnya seperti Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, Teuku Edwin, dkk. Film yang dirilis 15 April 2010 dan berdurasikan 105 menit ini mencoba mengangkat potret nyata dalam kehidupan Bangsa Indonesia dalam hal sosial dan ekonomi. Ditambah oleh komedi yang dibawakan kocak oleh para pemainnya, film ini menjadi semakin menarik.

         Awal cerita film ini yaitu ketika Muluk (diperankan Reza Rahardian) mulai “galau” karena sejak lulus S1, setelah hampir 2 tahun belum juga mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa. Pada suatu hari, ia bertemu dengan pencopet bernama Komet dan tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot (diperankan Tio Pakusadewo). Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet. Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka yang notabene diperoleh dari hasil mencopet, dan meminta imbalan 10%, termasuk biaya mendidik mereka. Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau mengubah profesi mereka menjadi pengasong. Dibantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, baca tulis, budi pekerti dan kewarganegaraan.




            Setelah para pencopet tersebut mulai terdidik, Muluk dkk mulai menawarkan para poencopet tersebut untuk berhenti mencopet dan mulai menjadi pengasong. Awalnya mereka semua tidak mau dan kembali lagi menjadi pencopet. Tetapi pada akhirnya mereka berpikir ulang dan akhirnya mau menjadi pengasong. Tetapi di akhir cerita, pencopet-pencopet yang sedang mengasong tersebut terkena razia oleh POLPP, mereka memang tidak tertangkap tetapi Muluk , yang saat itu sedang berada di TKP berani menjadi penanggung jawab dan akhirnya dialah yang dibawa ke kantor POLPP.




Tanggapan saya tentang film ini.....

            Menurut saya, film ini sangat menarik dan patut ditonton terutama oleh generasi muda bangsa ini. Karena di film ini terdapat banyak nilai moral yang dapat diperoleh dan kita juga dapat melihat kenyataan apa yang sedang terjadi di bangsa ini. Kita sebagai bangsa muda Indonesia, sudah seharusnya mulai berusaha dari sekarang untuk mengubah keadaan tersebut apalagi kita adalah mahasiswa yang mempunyai salah satu fungsi yaitu “Agent of Change” yang berarti pembawa perubahan. Dari film ini juga dapat saya tangkap hikmah bahwa cara yang kita lakukan sekarang menentukan kesuksesan nantinya. Di film ini, memang cara yang dilakukan sudah benar tetapi uang yang menjadi modal mereka yang notabene dari hasil mencopet tidaklah halal. Kita di kehidupan nyata janganlah meniru cara ini. Lebih baik kita mencari modal dengan cara lain misalnya meminjam di koperasi atau bank. Tetapi disisi lain, saya sangat salut dengan pemeran Muluk dkk yang tidak mengenal putus asa saat membimbing para pencopet dan mengajarkan mereka untuk berubah. Saya juga salut dengan para pencopet yang mau berusaha belajar dan berusah berubah untuk menjadikan kehidupan mereka lebih baik.

Pentas Seni Keterampilan Interpersonal Sistem Informasi 2011 Kelas A & B

Week 1 (1 Nopember 2011)

Tim Kreasi

Tim Kreasi membawakan drama yang berceritakan tentang Rama dan Shinta yang telah di "repackaged" atau dikemas ulang dan ditambah dengan komedi yang berhasil dibawakan secara kocak oleh para pemainnya. 

Tim Jutatar


Tim Jutatar membawakan cerita yang sangat menarik dimana terdapat bermacam-macam tokoh, ada bawang putih, bidadari, kuntilanak, dsb. Ceritanya sangat unik dan lucu dan para pemainnya pun sangat greget dalam membawakannya.

Tim Sikilas


Tim Sikilas membawakan cerita rakyat yang berjudul "Andai-Andai Lumut" yang telah diubah cerita akhir atau endingnya dan ditambah oleh kekocakan dari "ice breaker" yaitu Yuyu Kangkang. Ceritanya hampir sama seperti aslinya tetapi endingnya diubah, Andai-Andai Lumut dan Klenting Hijau tidak bersatu melainkan Andai-Andai Lumut meninggal karena kahet mengetahui bahwa Klenting Hijau hanya wanita jadi-jadian.

Week 2 (8 Nopember 2011)

Tim Rahasia

Tim Rahasia membawakan cerita yang sedikit berbeda dibandingkan tim lainnya. Mereka membawakan cerita fabel atau bertemakan binatang dan alam lingkungan hidup. Cerita ini dibawakan sangat bagus ditambah properti yang berwarna-warni yang membuat orang senang melihatnya. Ceritanya pun lucu dan tidak membuat bosan.

Tim Merdeka

Tim Merdeka merupakan tim yang paling berbeda menurut saya. Mereka membawakan drama dengan sangat bagus karena ditambah oleh "Man in Black" yang bertugas menjadi pemain latar menggunakan hitam-hitam yang membawakan sejumlah properti. Dari segi cerita juga sangat bagus, jelas dan tidak membuat bosan. Adanya iklan dalam drama ini juga menambah keunikan tersendiri.

Rek, tim mana yang menurutmu paling bagus? ;D

Kuliah Tamu Keterampilan Interpersonal 111021

Pada hari Jumat, 21 Oktober 2011 pelajaran Keterampilan Interpersonal (KI) yang biasanya diisi oleh Bu Erna atau Bapak Sholiq, kali ini diisi oleh Bapak Rudi Santoso, seorang dosen tamu yang sengaja diundang untuk menyampaikan kuliahnya yang bertemakan tentang “Menulis Populer”. Beliau yang sehari-harinya menjadi dosen di STIKOM Surabaya ini, menyampaikan berbagai pengalamannya ketika menyampaikan opini  di depan publik, tepatnya di sebuah harian surat kabar. Beliau juga menyampaikan berbagai motivasi agar kita dapat menyalurkan tulisan kita dan tidak hanya menjadi pendengar pasif, seperti budaya di negri kita sekarang ini.

Menulis merupakan hal yang cukup menyenangkan apalagi bagi merek ayang memang hobi. Jika saja kita mulai membiasakan atau paling tidak menyukai kegiatan yang satu ini tentu saja kita bisa menuangkan banyak karya atau pikiran yang bisa saja nantinya akan menginspirasi banyak orang. Menulis bisa apa saja, mulai dari kegiatan sehari-hari, resensi film atau musik, hobi, sampai pengalaman-pengalaman pribadi. Kita juga bisa saja membaca tulisan orang lain untuk menjadi inspirasi, tetapi bukan untuk dijiplak.

Bapak Rudi Santoso

Apa yang dibutuhkan saat menulis?

-Gunakanlah paragraph yang sederhana
-Satu kalimat maksimal berisakan 15 kata
-Gunakan rumus SPOK (Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan)
-Gunakan struktur : "Problem-Solusi"  dan  "Sebab-Akibat"

Ketika menulis kita bisa mengetahui kira-kira siapa yang akan membaca tulisan kita, caranya:

-"Empati" : Mengetahui siapa pembaca tulisan kita dengan menyesuaikan gaya berbahasa tulisan kita
-Jangan menyiksa pembaca dengan bahasa-bahasa yang tidak dimengerti
-Buatlah tulisan yang mudah dipahami
-Pahami gaya tulisan kita karena pembaca itu bermacam-macam
-Bereksperimen kecil yang bertujuan agar pembaca mengerti tujuan penulisan yang kita maksud

Usahakan ketika menulis kurangi penggunaan bahasa asing, boleh digunakan asal kata-kata dalam bahasa asing itu telah populer.
Contohnya :
Unduh (baku) - Download (populer)
Sangkil (baku)- efektif (populer)

Hindari Jargon, singkatan, dan akronim
Jangan menggunakan jargon, singkatan atau akronim yang tidak banyak dipahami (populer) oleh pembaca karena hal tersebut bisa membuat mereka bingung dan menurunkan kualitas tulisan kita.

Spesifik & Kongkrit

Detil Dan relevan
Hindari kata-kat yang tidak logis dan tidak relevan dengan judul atau tema tulisan kita.

Analogi Sederhana
Gunakan analogi sederhana misalnya penggambaran-penggambaran menggunakan perumpamaan, dsb.

Bapak Sholiq

Review dari Bapak Sholiq:
-Membaca tulisan orang lain sangat baik untuk inspirasi tetapi jangan sampai jadi plagiat
-Apa yang kit abaca nantinya akan menentukan pola piker kita
-Cara menulis seseorang merupakan gaya bahasa seseorang
-Lihat dari banyak sudut pandang ketika memberikan pendapat
-Latihlah dan sukailah menulis mulai dari sekarang